SKRINING GANGGUAN PENGLIHATAN PADA SISWA SMPN 3 SEKOTONG

Saat ini angka gangguan penglihatan terus meningkat tajam dari kelompok usia anak sampai usia lanjut. Menurut UNICEF, kebutaan anak (childhood blindness) menyumbang 4% dari total penyebab kebutaan dengan jumlah sekitar 1,4 juta anak di dunia.

Angka Kebutaan 16 Provinsi  di Indonesia 

Hasil Survei Kebutaan Rapid Assessment of Avoidable Blindness atau RAAB tahun 2014 – 2016 di 15  provinsi di Indonesia menunjukkan  bahwa angka kebutaan  mencapai 3%. Penyebab kebutaan terbanyak adalah katarak sebesar 81%. Data ini menjadi dasar untuk memfokuskan program penanggulangan gangguan penglihatan dan kebutaan di Indonesia pada penanggulangan katarak, gangguan refraksi dan gangguan penglihatan dengan penyebab lainnya.

Gangguan penglihatan dengan penyebab lainnya seperti Glaukoma dan Retinopati Diabetikum, ikut meningkat seiring meningkatnya kasus Diabetes. Diperkirakan 1 dari 3 Penderita Diabetes berisiko terkena Retinopati Diabetikum dan pasien dengan Diabetes memiliki risiko 25 kali lebih mudah mengalami kebutaan akibat retinopati dibandingkan dengan kalangan Non-Diabetes. Penyakit tidak menular juga merupakan salah satu faktor risiko gangguan penglihatan dan kebutaan.

Menyikapi hal tersebut Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat Menggelar Workshop Edukasi Gangguan Penglihatan dan Kebutaan di Aula Rumah Makan Sukma Rasa, Kamis 16  Mei 2024. Workshop tersebut, di ikuti oleh para kader kesehatan yang  dibuka langsung oleh Kadikes Arief Suryawirawan, S.Si., Apt., MPH didampingi Kabid P3KL Ns. H. Suhaili, S.Kep bersama Kabid P3PL Dikes Provinsi NTB Ns. Badarudin, S.Kep., MM,  PJ Program Gangguan Jiwa Heru Syafrudin, M.Epid dan Hj. Sri Maryani dari dari The Fred Hollows Fondation (FHF).

Dalam sambutanya, Kadikes Arief Suryawirawan menyampaikan, bahwa kegiatan ini nantinya dapat membekali ilmu pengetahuan dan keterampilan para kader kesehatan dalam mendeteksi dini gangguan penglihatan dan edukasi kepada masyarakat Terutama pada lingkungan Sekolah. Diharapkan kedepan, para kader kesehatan dapat menjadi ujung tombak bersama petugas kesehatan dalam menyehatkan masyarakat Lombok. Adapun dari SMPN 3 Sekotong yang mewakili adalah Bapak Guru JABAR, S.Pd.


Hasil Pemeriksaan Pada siswa SMPN 3 Sekotong mendapatkan 2 siswa mengalami gangguan penglihatan. pada kelas 7 dan 9.


Cara Menjaga Kesehatan Mata Anak

 1. Penuhi Nutrisi untuk Mata

Cara pertama menjaga kesehatan mata anak Anda adalah memberi asupan nutrisi yang baik dengan makanan yang bergizi. Memenuhi nutrisi yang baik untuk mata bisa Anda berikan dengan sayur dan buah-buahan yang kaya akan antioksidan, vitamin C, vitamin A, seng, dan omega-3. Wortel, tomat, stroberi, ikan salmon, dan ikan tuna merupakan contoh makanan untuk kesehatan mata.


2. Memeriksakan Kesehatan Mata Anak

Cek kesehatan mata anak Anda sedari dini sejak mereka menginjak usia enam bulan. Kemudian lakukanlah pemeriksaan secara rutin setiap dua tahun sekali. Hal ini diperlukan untuk menghindari gangguan mata yang mungkin terjadi pada anak Anda.


 3. Menstimulasi Indra Penglihatan

Penting bagi orang tua untuk membantu perkembangan visual anak sejak bayi hingga usia 8 tahun. Banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk menstimulasi penglihatan si kecil, misalnya dengan memberikan mainan dengan berbagai bentuk dan warna. Namun, tetap pastikan kalau mainan yang diberikan aman.


4. Pakaikan Topi Saat Bermain di Luar Ruangan

Memakai pelindung seperti topi saat beraktivitas di siang hari dapat melindungi mata anak dari bahaya sinar UV. Usahakan tidak mengajak anak beraktivitas di luar ruangan pada saat sinar matahari sedang terik. Hal ini untuk mencegah dampak negatif dari paparan sinar matahari langsung pada mata, seperti kerusakan kornea.


 5. Membatasi Penggunaan Gadget

Penggunaan gadget yang berlebihan dapat menyebabkan dampak negatif pada kesehatan mata anak. Untuk itu, batasi waktu berada di depan layar atau bermain gadget bagi kesehatan mata anak Anda. Anda dapat mengajarkan anak untuk melepaskan pandangan dari layar setelah 20 menit dan melihat ke kejauhan selama paling tidak 20 detik untuk mengistirahatkan mata. Beberapa gangguan mata yang disebabkan karena gadget seperti mata lelah, mata kering, serta gangguan ketajaman mata.


6. Awasi Anak agar Tidak Melakukan Kebiasaan yang Merusak Mata

Terkadang perilaku si kecil ketika bermain sulit kita tebak, maka itu Anda perlu mengawasi anak agar tidak melakukan kebiasaan yang berdampak buruk, termasuk pada matanya. Ingatkan anak untuk tidak melakukan kebiasaan mengucek mata berlebihan, menonton televisi atau bermain gadget terlalu dekat dengan layar, hingga bermain kotoran.