Saat ini upaya pelayanan pengobatan tradisional dengan obat tradisionalnya berperan pada tingkat rumah tangga dan tingkat masyarakat. Sedang pada tingkat pertama fasilitas pelayanan, tingkat rujukan pertama dan rujukan yang lebih tinggi upaya pelayanan kesehatan dilakukan melalui pelayanan kesehatan formal. Salah satu pengobatan tradisional yang sedang trend saat ini adalah ramuan tanaman obat/ramuan tradisional yang paling banyak digunakan oleh masyarakat. Penggunaan ramuan tradisonal tidak hanya untuk menyembuhkan suatu penyakit, tetapi juga untuk menjaga dan memulihkan kesehatan. Tanaman Obat Keluarga yang disingkat dengan TOGA dahulunya dikenal dengan Apotek Hidup. TOGA terdiri dari berbagai jenis tanaman yang dibudidayakan baik di halaman, pekarangan rumah, ladang atau di kebun. Jenis tanaman yang dibudidayakan sebagai TOGA adalah tanaman yang tidak memerlukan perawatan khusus, tidak mudah diserang hama penyakit, bibitnya mudah didapat, mudah tumbuh dan tidak termasuk jenis tanaman terlarang.
Budidaya TOGA telah lama dilakukan oleh instansi terkait seperti Dinas
Pertanian dan Peternakan Kabuaten Buleleng dengan kerjasama PKK, BKBPP
dan Dinas Kesehatan. Sosialisasi terhadap pemanfaatan di tingkat
keluarga melalui program pengembangan TOGA untuk tujuan menunjang upaya
peningkatan kesehatan oleh masyarakat secara optimal.
Jenis tanaman obat keluarga dimaksud adalah jenis-jenis tanaman yang memenuhi kriteria sebagai berikut :
(1). Jenis tanaman yang lazim digunakan sebagai obat didaerah pemukiman;
(2). Jenis tanaman yang dapat tumbuh dan hidup dengan baik di daerah pemukiman;
(3). Jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain misalnya: buah-buahan dan bumbu masak;
(4). Jenis tanaman yang hampir punah;
(5). Jenis tanaman yang masih liar;
(6). Jenis tanaman obat yang disebutkan dalam buku pemanfaatan tanaman
adalah tanaman yang sudah lazim di tanam di pekarangan rumah atau tumbuh
di daerah pemukiman.
Salah satu fungsi Toga adalah sebagai sarana untuk mendekatkan tanaman
obat kepada upaya-upaya kesehatan masyarakat yang antara lain meliputi :
(a).Upaya preventif (pencegahan) (b).Upaya promotif (meniungkatkan
derajat kesehatan) (c). Upaya kuratif (penyembuhan penyakit)
Selain fungsi diatas ada juga fungsi lainnya yaitu :
(1). Sarana untuk memperbaiki status gizi masyarakat, sebab banyak
tanaman obat yang dikenal sebagai tanaman penghasil buah-buahan atau
sayur-sayuran misalnya lobak, saledri, pepaya dan lain-lain;
(2). Sarana untuk pelestarian alam;
(3). Apabila pembuatan tanaman obat alam tidak diikuti dengan
upaya-upaya pembudidayaannya kembali, maka sumber bahan obat alam itu
terutama tumbuh-tumbuhan akan mengalami kepunahan;
(4). Sarana penyebaran gerakan penghijauanuntuk lokasi yang mengalami
penggundulan, dapat dianjurkan penyebarluasan penanaman tanaman obat
yang berbentuk pohon-pahon misalnya pohon asam, pohon kedaung, pohon
trengguli dan lain-lain;
(5).Sarana untuk pemertaan pendapatan;
(6). Sumber penghasilan bagi keluarga;
(7). Sarana keindahan. Dengan adanya Toga dan bila di tata dengan baik
maka hal ini akan menghasilkan keindahan bagi orang/masyarakat yang ada
disekitarnya. Untuk menghasilkan keindahan diperlukan perawatan terhadap
tanaman yang di tanam terutama yang ditanam di pekarangan rumah.
Budidaya TOGA dilakukan sebagai berikut :
(a).Pengolahan Tanah, sebagian besar tanaman obat diusahakan di tanah
kering. Pada dasarnya pengolahan tanah bertujuan menyiapkan tempat atau
media tumbuh yang serasi bagi pertumbuhan tanaman. Pada kesuburan fisik
dan kesuburan kimiawi. Jika kedua macam kesuburan telah dipenuhi untuk
jenis tanaman yang diusahakan., maka dapat dikatakan tanah tersebut
subur bagi tanaman tersebut. Kesuburan fisik sangat erat hubungannya
dengan struktur tanah yang menggambarkan susunan butiran tanah, udara,
dan air, sehingga dapat menjamin aktivitas akar dalam mengambil zat-zat
yang diperlukan tanaman.
Sedangkan kesuburan kimiawi sangat erat hubungannya dengan kemampuan
tanah menyediakan kebutuhan nutrisi tanaman. Kedua kesuburan tersebut
saling berinteraksi dalam menentukan tingkat kesuburan bagi pertumbuhan
tanaman. Di samping itu, pengolahan tanah mencakup pula menghilangkan
gulma yang merupakan saingan tanaman, menimbun dan meratakan bahan
organik yang penting bagi tanaman serta pertumbuhannya, saluran
drainase untuk mencegah terjadinya kelebihan air seperti dikehendaki
oleh tanaman. Dalam pengolahan tanah memerlukan waktu mengingat
terjadinya proses fisik , kimia dan biologis dalam tanah sehingga
terbentuk suatu media yang baik bagi pertumbuhan tanaman. Beberapa hal
yang patut diperhatikan dalam pengolahan tanah bagi tanaman obat antara
lain : (a). Bagi tanaman obat yang dipungut hasilnya dalam bentuk umbi
umumnya dikehendaki pengolahan-pengolahan tanah cukup dalam (25 – 40
cm), struktur gembur sehingga pertumbuhan umbi atau rimpang dapat
berkembang dengan baik; (b). Menghindari tercampurnya bahan induk yang
belum melapuk dalam daerah pekarangan tanaman. Untuk itu perlu adanya
waktu yang cukup untuk memberi kesempatan terjadinya proses pelapukan,
antara lain proses oksidasi, sehingga akan terbentuk lapisan tanah yang
menjamin pertumbuhan akar. Hal itu penting yaitu pada waktu membuat
lubang tanah (sedalam 40x 60) bagi tanaman obat berbentuk pohon, seperti
Cengkeh (Eugenia caryophyllata); (c). Pembuatan teras–teras apabila
tanah terlalu miring,agar erosi dapat diperkecil, misal dalam penanaman
Sereh (Cymbopogon nardus ); (d). Pengolahan tanah intensif, diusahakan
bebas gulma pada awal pertumbuhan, yaitu untuk tanaman obat berhabitur
perdu seperti Kumis kucing (Orthosiphon stamineus); (e). Pembuatan
guludan sering dilengkapi dengan saluran drainase yang baik, terutama
bagi tanaman yang tidak toleran terhadap genangan air, seperti Cabe (
Capsicum annuum ).
(b).Penanaman, dalam penanaman dikenal dua cara utama yaitu
penanaman bahan tanaman (benih atau stek ) secara langsung pada lahan
dan disemaikan dahulu baru kemudian diadakan pemindahan tanaman ke lahan
yang telah disediakan atau disiapkan. Umumnya persemaian diadakan
terutama bagi tanaman yang pada waktu masih kecil memerlukan
pemeliharaan intensif. Tanpa perlakuan tersebut akan mengakibatkan
tingkat kematian yang tinggi. Disamping itu persemaian diperlukan
apabila benih terlalu kecil sehingga sulit untuk mengatur tanaman
sesuai dengan perkembangan teknologi tepat guna. Tujuan lain dari adanya
persemaian agar dapat memanfaatkan (menghemat) waktu musim tanam tiba
(umumnya pada awal musim hujan), sehingga pada saat musim tiba tanaman
telah mengawali tumbuh lebih dahulu. Contohnya temulawak (Curcuma
xanthorrhiza), rimpang ditunaskan lebih dahulu pada persemaian yang
lembab dan agak gelap, baru kemudian belahan rimpang dengan tunasnya
ditanam di lahan.
Hal-hal yang perlu mendapat pertimbangan pada penanaman tanaman obat
antara lain : (a). Mengingat pada umumnya penanaman pada lahan kering
tanpa irigasi dan cuaca cukup panas maka penanaman dilakukan pada awal
musim hujan; (b).Penanaman dengan jarak atau baris teratur akan lebih
baik dipandang dari segi fisiologi tanaman pemeliharaan dan estetika;
(c).Penanaman secara tunggal (monokultur) terutama bagi tanaman yang
tidak tahan cahaya matahari, misalnya Mentol (Mentha piperita);
(d).Penanaman ganda dapat dilakukan pada tanaman yang memerlukan
naungan ataupun untuk pertumbuhannya dapat beradaptasi terhadap sinar
matahari tidak langsung, misalnya Kemukus (Piper cubeba).
Tanaman yang dapat saling bertoleransi terhadap persaingan karena dapat
memenuhi beberapa tujuan antara lain : memperluas areal tanam (pada
satu tempat dan waktu bersamaan ditanam lebih dari satu macam tanaman),
menghemat pemeliharaan, memperkecil resiko kegagalan panen. Penggunaan
alat penopang bagi tanaman obat yang berbatang merambat dengan sistem
tanaman ganda, tiang penopang dapat saja diganti dengan tanaman tegak
lalu yang dapat juga menghasilkan. (e).Populasi tanaman erat hubungannya
dengan hasil, antara lain dipengaruhi oleh terjadinya persaingan antara
tanaman dan kesuburan tanah.
(c).Pemeliharaan Tanaman, beberapa faktor penghambat produksi,
misalnya gulma, hama penyakit harus ditekan sehingga batas tertentu.
Demikian pula faktor penghambat lingkungan fisik dan kimia ,
seperti kekurangan air, tingginya suhu, kesuburan tanah, hendaknya
diperkecil pengaruhnya. Perlu dilakukan pemupukan. Demikian pula
tindakan pemangkasan merupakan bentuk pemeliharaan lain. Beberapa
tindakan pemeliharaan pada tanaman obat adalah : (a).Bibit yang mudah
layu, perlu adanya penyesuaian waktu tanamnya sehingga tidak mendapat
sinar matahari berlebihan, misalnya penanaman Tempuyung (Sonchus
arvensis) hendaknya dilakukan pada sore hari dan diberi naungan
sementara; (b).Penyiangan yang intensif guna menekan populasi
gulma disamping dapat mengurangi kesempatan tumbuh tanaman usaha
juga dapat mengganggu kebersihan hasil pada saat panen;
(c).Penimbunan dan penggemburan dilakukan agar memperbaiki sifat tanah
tempat tumbuh; (d).Perbaikan saluran drainase untuk mencegah terjadinya
genangan atau kelebihan air yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman;
(e).Untuk mengurangi evaporasi (penguapan) air tanah, sehingga
kelembaban tanah dapat tetap sesuai , dilakukan pemberian mulsa.
Misalnya pada tanaman Jahe (Zingiber officinale) pemberian mulsa
jerami dapat menaikkan hasil sebesar 35 %. (f).Pemangkasan bunga,
yang berarti mencegah perubahan fase vegetatif ke generatif yang banyak
memerlukan energi, sehingga kandungan bahan berkhasiat sebagai sumber
energi tidak berkurang; (g).Pemangkasan pucuk batang akan menstimulir
percabangan, sehingga dapat menambah jumlah daun yang tumbuh serta
kandungan alkaloida dalam akar bertambah. Misalnya pada tanaman
Kumiskucing (Orthosiphon stamineus);