Monitoring dan Evaluasi (MONEV) Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Nusa Tenggara Barat

Sekolah Penggerak adalah sekolah yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang mencakup kompetensi dan karakter yang diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru). Untuk mewujudkan hal tersebut, maka Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Nusa Tenggara Barat Melakukan Monitoring dan Evaluasi (MONEV) di SMPN 3 Sekotong pada hari Jum’at 4/4/2023. Monitoring dan evaluasi ini didahului dengan pengisian instrumen pendampingan implementasi program sekolah penggerak baik secara tulis maupun melalui Google Form. Kegiatan ini merupakan Program Pendampingan untuk Sekolah Penggerak Angkatan 1 di Kabupaten Lombok Barat, guna melihat langsung hasil program dan realisasi kegiatan pada tahun pertama serta melihat penggunaan Kurikulum Merdeka dan proses pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka.

Sementara itu Bu Mida salah satu perwakilan dari Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Nusa Tenggara Barat menyampaikan saat ini pendidikan sedang mengalami transformasi sehingga dengan program sekolah penggerak dan kurikulum baru sebagai bagian upaya untuk mewujudkan visi pendidikan Indonesia yang lebih maju, berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila. Transformasi yang diharapkan tidak hanya terbatas pada satuan pendidikan, melainkan dapat memicu terciptanya ekosistem perubahan dan gotong royong di tingkat daerah dan nasional sehingga perubahan yang terjadi dapat meluas dan terlembaga. Mida menambahkan melalui monitoring dan evaluasi yang dilakukan dapat diketahui kendala serta pembenahan yang harus dilakukan oleh Sekolah Penggerak SMP Negeri 3 Sekotong ”

Pada tahapan akhir dalam MONEV tersebut  Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Sekotong Abdurrahman S.Pd menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya dengan dilakukannya Monitoring dan Evaluasi yang dilakukan secara berkala ini kita bisa berkoordinasi terkait kemajuan pelaksanaan kegiatan, dapat membahas isu-isu yang belum terselesaikan sehingga seluruh pihak mampu melaksanakan peran masing-masing tanpa terkendala agar target dapat tercapai tepat waktu berdasarkan pendampingan dari Fasilitator Sekolah Penggerak.